Ciri-Ciri Anjing Gila: Panduan Mengenali Dan Menangani Anjing Yang Terinfeksi Rabies

Ciri-Ciri Anjing Gila: Panduan Mengenali dan Menangani Anjing yang Terinfeksi Rabies

Rabies, juga dikenal sebagai penyakit anjing gila, adalah infeksi virus yang mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk anjing. Penyakit ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Rabies merupakan penyakit yang sangat serius dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Mengetahui ciri-ciri anjing gila sangat penting untuk mencegah infeksi dan melindungi diri Anda dan orang lain. Berikut adalah beberapa tanda umum yang harus diwaspadai:

1. Perubahan Perilaku

  • Agresi yang tidak biasa: Anjing yang biasanya ramah dapat menjadi agresif dan menyerang tanpa alasan.
  • Ketakutan dan kegelisahan: Anjing mungkin menunjukkan tanda-tanda ketakutan atau kegelisahan yang berlebihan, seperti gemetar, merintih, atau bersembunyi.
  • Perubahan nafsu makan: Anjing mungkin kehilangan nafsu makan atau mulai makan benda-benda yang tidak biasa, seperti batu atau kotoran.

2. Gejala Neurologis

  • Kelumpuhan: Anjing mungkin mengalami kelumpuhan pada kaki, wajah, atau seluruh tubuh.
  • Kejang: Kejang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa menit.
  • Kesulitan menelan: Anjing mungkin kesulitan menelan air atau makanan, yang dapat menyebabkan air liur berlebihan.

3. Tanda-Tanda Fisik

  • Air liur berlebihan: Anjing yang terinfeksi rabies sering kali mengeluarkan air liur yang berlebihan, yang dapat berbusa atau berdarah.
  • Mata merah dan bengkak: Mata anjing mungkin tampak merah dan bengkak, dan mungkin mengeluarkan cairan.
  • Demam: Anjing yang terinfeksi rabies mungkin mengalami demam tinggi.

4. Tahapan Rabies

Rabies berkembang melalui beberapa tahapan, masing-masing dengan gejala yang berbeda:

  • Tahap Prodromal: Tahap ini berlangsung selama 2-10 hari dan ditandai dengan perubahan perilaku, seperti agresi atau ketakutan.
  • Tahap Eksitasi: Tahap ini berlangsung selama 3-7 hari dan ditandai dengan gejala neurologis, seperti kejang dan kelumpuhan.
  • Tahap Paralitik: Tahap ini berlangsung selama 2-4 hari dan ditandai dengan kelumpuhan total dan kesulitan menelan.

Cara Menangani Anjing Gila

Jika Anda menemukan anjing yang menunjukkan tanda-tanda rabies, penting untuk mengambil tindakan pencegahan berikut:

  • Jauhkan diri: Jangan mendekati anjing yang terinfeksi.
  • Hubungi pihak berwenang: Laporkan anjing tersebut ke dinas pengendalian hewan setempat atau dokter hewan.
  • Lindungi diri Anda: Kenakan sarung tangan dan pakaian pelindung jika Anda harus menangani anjing tersebut.
  • Isolasi anjing: Jika memungkinkan, isolasi anjing di tempat yang aman sampai bantuan tiba.

Pencegahan Rabies

Pencegahan rabies sangat penting untuk melindungi diri Anda dan hewan peliharaan Anda. Berikut adalah beberapa tips pencegahan:

  • Vaksinasi: Vaksinasi anjing Anda secara teratur terhadap rabies.
  • Hindari kontak dengan hewan liar: Hindari kontak dengan hewan liar, seperti kelelawar, rakun, dan sigung.
  • Laporkan hewan yang sakit: Laporkan hewan yang menunjukkan tanda-tanda rabies ke pihak berwenang setempat.
  • Cuci luka: Jika Anda digigit atau dicakar oleh hewan, segera cuci luka dengan sabun dan air.

Pengobatan Rabies

Rabies adalah penyakit yang mematikan, tetapi dapat dicegah jika ditangani dengan cepat. Pengobatan rabies melibatkan pemberian suntikan rabies pasca pajanan (PEP) dan imunoglobulin rabies (RIG). PEP harus diberikan sesegera mungkin setelah terpapar virus rabies.

Kesimpulan

Mengetahui ciri-ciri anjing gila sangat penting untuk mencegah infeksi rabies dan melindungi diri Anda dan orang lain. Jika Anda menemukan anjing yang menunjukkan tanda-tanda rabies, segera ambil tindakan pencegahan dan hubungi pihak berwenang. Pencegahan rabies sangat penting, dan dengan mengikuti tips yang disebutkan di atas, Anda dapat membantu melindungi diri Anda dan hewan peliharaan Anda dari penyakit yang mematikan ini.