Gejala Awal Penyakit Anjing Gila Pada Anjing

Gejala Awal Penyakit Anjing Gila pada Anjing

Penyakit anjing gila, juga dikenal sebagai rabies, adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk anjing. Penyakit ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Anjing gila merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, karena dapat ditularkan ke manusia dan hewan lainnya.

Mengetahui gejala awal penyakit anjing gila sangat penting untuk melakukan pengobatan dini dan mencegah penyebaran penyakit. Berikut adalah beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai:

Perubahan Perilaku

  • Agresivitas: Anjing yang biasanya jinak dapat menjadi agresif dan menyerang tanpa alasan.
  • Ketakutan: Anjing mungkin menunjukkan ketakutan yang berlebihan terhadap suara, cahaya, atau orang asing.
  • Kegelisahan: Anjing mungkin tampak gelisah, mondar-mandir, atau menggonggong secara berlebihan.

Kelainan Neurologis

  • Paralisis: Anjing mungkin mengalami kelumpuhan pada kaki, wajah, atau tenggorokan.
  • Kejang: Anjing mungkin mengalami kejang yang tidak terkendali.
  • Gangguan koordinasi: Anjing mungkin kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan.

Gejala Fisik

  • Demam: Anjing mungkin mengalami demam tinggi.
  • Hipersalivasi: Anjing mungkin mengeluarkan air liur yang berlebihan.
  • Kesulitan menelan: Anjing mungkin kesulitan menelan makanan atau air.
  • Fotofobia: Anjing mungkin menjadi peka terhadap cahaya.

Tahap-Tahap Penyakit Anjing Gila

Penyakit anjing gila berkembang melalui beberapa tahap, masing-masing dengan gejala yang berbeda:

  • Tahap Inkubasi: Virus berkembang biak di tempat gigitan sebelum menyebar ke sistem saraf. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Tahap Prodromal: Gejala awal, seperti perubahan perilaku dan demam, mulai muncul. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Tahap Eksitatif: Anjing menjadi sangat agresif, gelisah, dan mengalami kejang. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Tahap Paralitik: Anjing mengalami kelumpuhan dan kesulitan menelan. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Tahap Koma: Anjing mengalami koma dan akhirnya meninggal.

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis penyakit anjing gila biasanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan riwayat gigitan. Tes laboratorium dapat mengkonfirmasi diagnosis. Tidak ada pengobatan untuk penyakit anjing gila, dan penyakit ini hampir selalu berakibat fatal.

Pencegahan

Pencegahan adalah kunci untuk mengendalikan penyakit anjing gila. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan:

  • Vaksinasi: Vaksinasi anjing secara teratur adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit anjing gila.
  • Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Anjing harus dijauhkan dari hewan liar, seperti rakun, sigung, dan kelelawar, yang dapat membawa virus.
  • Karantina: Anjing yang digigit hewan liar harus dikarantina selama 10 hari untuk mengamati tanda-tanda penyakit anjing gila.
  • Pelaporan Gigitan: Semua gigitan hewan harus dilaporkan ke otoritas kesehatan setempat.

Pentingnya Penanganan Segera

Jika Anda menduga anjing Anda mungkin menderita penyakit anjing gila, segera hubungi dokter hewan Anda. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan peluang bertahan hidup anjing Anda.