Penyakit Anjing Gila: Bahaya Yang Mengancam Kesehatan Manusia Dan Hewan

Penyakit Anjing Gila: Bahaya yang Mengancam Kesehatan Manusia dan Hewan

Penyakit anjing gila, juga dikenal sebagai rabies, adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus rabies. Virus ini menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan gejala neurologis yang parah dan akhirnya berujung pada kematian. Anjing gila dapat ditularkan ke manusia dan hewan lain melalui gigitan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.

Penyebab dan Penularan

Virus rabies ditemukan dalam air liur hewan yang terinfeksi. Ketika hewan yang terinfeksi menggigit atau mencakar korban, virus dapat masuk ke dalam luka dan menginfeksi sistem saraf. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan air liur yang terinfeksi, seperti saat membersihkan luka atau menangani hewan yang terinfeksi.

Gejala pada Manusia

Masa inkubasi penyakit anjing gila pada manusia bervariasi, dari beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Setelah virus memasuki tubuh, virus akan menyebar ke sistem saraf pusat, menyebabkan gejala berikut:

  • Tahap Prodromal:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah
    • Nyeri dan kesemutan di tempat gigitan
  • Tahap Neurologis:

    • Kegelisahan dan agitasi
    • Halusinasi dan delirium
    • Kejang
    • Kelumpuhan
    • Hidrofobia (takut air)
    • Aerofobia (takut udara)
  • Tahap Koma:

    • Kehilangan kesadaran
    • Gagal napas
    • Kematian

Gejala pada Hewan

Gejala penyakit anjing gila pada hewan bervariasi tergantung pada spesiesnya. Pada anjing, gejala umum meliputi:

  • Perubahan perilaku, seperti agresi atau kelesuan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan menelan
  • Air liur berlebih
  • Kelumpuhan

Pada hewan lain, gejala dapat bervariasi, tetapi biasanya melibatkan perubahan perilaku dan masalah neurologis.

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis penyakit anjing gila ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes laboratorium. Tes laboratorium dapat mendeteksi virus rabies dalam air liur atau jaringan otak.

Tidak ada obat untuk penyakit anjing gila. Pengobatan hanya bersifat suportif, seperti memberikan perawatan intensif, mengelola gejala, dan mencegah komplikasi.

Pencegahan

Pencegahan penyakit anjing gila sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia dan hewan. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Vaksinasi: Vaksinasi hewan peliharaan secara teratur adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit anjing gila.
  • Kontrol Hewan: Menerapkan program pengendalian hewan untuk mengurangi populasi hewan liar yang dapat menjadi pembawa virus.
  • Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Hindari kontak dengan hewan liar, terutama kelelawar, sigung, dan rakun.
  • Laporkan Gigitan Hewan: Segera laporkan gigitan atau kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi kepada petugas kesehatan atau dokter hewan.

Pengelolaan Pasca-Gigitan

Jika seseorang digigit atau terpapar hewan yang berpotensi terinfeksi, langkah-langkah berikut harus diambil segera:

  • Cuci Luka: Cuci luka secara menyeluruh dengan sabun dan air selama minimal 15 menit.
  • Cari Perawatan Medis: Cari perawatan medis segera untuk membersihkan luka dan menerima pengobatan pencegahan, seperti imunoglobulin rabies dan vaksin rabies.
  • Karantina Hewan: Karantina hewan yang menggigit selama 10 hari untuk memantau tanda-tanda penyakit anjing gila.

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Penyakit anjing gila merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang serius. Setiap tahun, diperkirakan 59.000 orang meninggal karena penyakit anjing gila di seluruh dunia. Sebagian besar kematian terjadi di daerah pedesaan di Afrika dan Asia, di mana akses terhadap vaksin dan perawatan medis terbatas.

Kesimpulan

Penyakit anjing gila adalah penyakit mematikan yang dapat ditularkan ke manusia dan hewan. Pencegahan sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Vaksinasi hewan peliharaan, pengendalian hewan, dan pengelolaan pasca-gigitan yang tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit anjing gila. Jika seseorang digigit atau terpapar hewan yang berpotensi terinfeksi, sangat penting untuk mencari perawatan medis segera.