Penyakit Anjing Gila: Gejala, Penyebab, Dan Pencegahan

Penyakit Anjing Gila: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Penyakit anjing gila, juga dikenal sebagai rabies, adalah penyakit virus yang mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk anjing. Virus ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Rabies adalah penyakit yang sangat menular dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati.

Gejala Penyakit Anjing Gila

Masa inkubasi rabies pada anjing bervariasi, biasanya berlangsung selama 2-8 minggu, tetapi dapat berkisar antara beberapa hari hingga beberapa bulan. Gejala awal penyakit ini sering kali tidak spesifik dan dapat mencakup:

  • Perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif atau pendiam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Muntah
  • Diare

Saat penyakit berkembang, gejala yang lebih parah muncul, seperti:

  • Kelumpuhan pada wajah dan tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Produksi air liur berlebihan (ngiler)
  • Ketakutan terhadap air (hidrofobia)
  • Kejang
  • Koma

Penyebab Penyakit Anjing Gila

Penyebab penyakit anjing gila adalah virus rabies, yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Virus ini ditemukan dalam air liur hewan yang terinfeksi dan ditularkan melalui gigitan atau kontak dengan luka terbuka. Anjing adalah pembawa utama virus rabies, tetapi hewan lain seperti kucing, kelelawar, sigung, dan rubah juga dapat terinfeksi.

Diagnosis Penyakit Anjing Gila

Mendiagnosis rabies pada anjing bisa jadi sulit, karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat anjing. Tes laboratorium, seperti tes imunofluoresensi langsung (FAT) atau tes deteksi antigen rabies (RDT), dapat digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Pengobatan Penyakit Anjing Gila

Tidak ada pengobatan untuk rabies pada anjing yang sudah terinfeksi. Perawatan suportif dapat diberikan untuk meredakan gejala, tetapi sebagian besar anjing akan mati dalam waktu 10 hari setelah timbulnya gejala.

Pencegahan Penyakit Anjing Gila

Pencegahan adalah kunci untuk mengendalikan rabies pada anjing. Langkah-langkah pencegahan yang penting meliputi:

  • Vaksinasi: Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah rabies pada anjing. Vaksin rabies harus diberikan secara teratur sesuai dengan rekomendasi dokter hewan.
  • Kontrol Populasi Hewan Liar: Hewan liar, seperti kelelawar dan sigung, dapat menjadi pembawa virus rabies. Mengontrol populasi hewan liar dapat membantu mengurangi risiko penularan rabies ke anjing.
  • Karantina: Anjing yang digigit hewan yang dicurigai rabies harus dikarantina selama 10 hari. Ini akan membantu mencegah penyebaran virus jika anjing tersebut terinfeksi.
  • Pembuangan Sampah yang Benar: Sampah dapat menarik hewan liar yang dapat membawa virus rabies. Membuang sampah dengan benar dapat membantu mengurangi risiko kontak antara anjing dan hewan liar.
  • Pendidikan: Mendidik masyarakat tentang rabies dan langkah-langkah pencegahan sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini.

Bahaya Penyakit Anjing Gila bagi Manusia

Rabies juga dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Virus ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan pada manusia, dengan gejala yang mirip dengan yang terlihat pada anjing. Rabies pada manusia hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati.

Jika Anda digigit oleh hewan yang dicurigai rabies, segera cari pertolongan medis. Perawatan pasca pajanan, termasuk vaksin rabies dan imunoglobulin rabies, dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Kesimpulan

Penyakit anjing gila adalah penyakit yang mematikan yang dapat berdampak buruk pada anjing dan manusia. Vaksinasi, kontrol populasi hewan liar, dan langkah-langkah pencegahan lainnya sangat penting untuk mengendalikan rabies dan melindungi kesehatan masyarakat. Jika Anda memiliki anjing, pastikan anjing tersebut sudah divaksinasi rabies dan ikuti rekomendasi dokter hewan untuk mencegah penyakit ini.