Penyakit Anjing Gila: Penyebab, Gejala, Dan Pencegahan

Penyakit Anjing Gila: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Pendahuluan

Penyakit anjing gila, juga dikenal sebagai rabies, adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk manusia. Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Penyakit ini berakibat fatal jika tidak diobati.

Penyebab

Penyebab penyakit anjing gila adalah virus rabies, yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Virus ini ditemukan dalam air liur hewan yang terinfeksi dan dapat ditularkan ke hewan lain atau manusia melalui gigitan atau cakaran.

Hewan Pembawa

Hewan pembawa utama virus rabies adalah hewan liar, seperti kelelawar, rakun, sigung, dan rubah. Namun, hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, juga dapat terinfeksi dan menularkan virus jika tidak divaksinasi.

Gejala

Masa inkubasi virus rabies pada hewan dapat berkisar dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Setelah gejala muncul, penyakit ini biasanya berkembang pesat dan berakibat fatal dalam beberapa hari.

Gejala penyakit anjing gila pada hewan meliputi:

  • Perubahan perilaku, seperti agresi atau kelesuan
  • Air liur berlebihan
  • Kesulitan menelan
  • Kejang
  • Kelumpuhan

Gejala pada Manusia

Pada manusia, gejala penyakit anjing gila dapat muncul dalam waktu 2-8 minggu setelah gigitan. Gejala awal meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kecemasan
  • Kesemutan atau mati rasa di lokasi gigitan

Gejala kemudian dapat berkembang menjadi:

  • Hidrofobia (takut air)
  • Aerofobia (takut angin)
  • Kejang
  • Kelumpuhan
  • Koma

Diagnosis

Diagnosis penyakit anjing gila pada hewan didasarkan pada gejala klinis dan riwayat gigitan. Pada manusia, diagnosis ditegakkan melalui tes laboratorium pada sampel air liur, darah, atau jaringan otak.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk penyakit anjing gila. Perawatan berfokus pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Pasien mungkin menerima:

  • Vaksin rabies
  • Imunoglobulin rabies
  • Perawatan suportif, seperti cairan intravena dan obat antikejang

Pencegahan

Pencegahan penyakit anjing gila sangat penting untuk melindungi hewan dan manusia. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Vaksinasi: Vaksinasi hewan peliharaan secara teratur adalah cara paling efektif untuk mencegah rabies.
  • Kontrol Hewan Liar: Mengontrol populasi hewan liar dapat membantu mengurangi risiko penularan rabies.
  • Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Hindari kontak dengan hewan liar, terutama yang terlihat sakit atau berperilaku tidak biasa.
  • Laporkan Gigitan: Segera laporkan gigitan atau cakaran dari hewan apa pun ke dokter atau petugas kesehatan hewan.
  • Karantina: Hewan yang menggigit atau mencakar harus dikarantina selama 10 hari untuk memantau gejala rabies.

Prognosis

Penyakit anjing gila berakibat fatal jika tidak diobati. Setelah gejala muncul, tingkat kematian mendekati 100%. Namun, jika vaksinasi rabies diberikan segera setelah gigitan, tingkat kelangsungan hidup dapat meningkat secara signifikan.

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Penyakit anjing gila merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang serius. Diperkirakan 59.000 orang meninggal karena rabies setiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian besar kasus terjadi di Asia dan Afrika.

Kesimpulan

Penyakit anjing gila adalah penyakit virus mematikan yang dapat mempengaruhi hewan dan manusia. Pencegahan sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Vaksinasi hewan peliharaan, kontrol hewan liar, dan tindakan pencegahan lainnya dapat membantu mengurangi risiko penularan rabies. Jika Anda digigit atau dicakar oleh hewan, segera laporkan ke dokter atau petugas kesehatan hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.