Rabies: Penyakit Anjing Gila Yang Mematikan

Rabies: Penyakit Anjing Gila yang Mematikan

Rabies adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk anjing, kucing, dan manusia. Virus ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi melalui gigitan, cakaran, atau kontak dengan selaput lendir.

Penyebab

Rabies disebabkan oleh virus rabies, anggota genus Lyssavirus dalam famili Rhabdoviridae. Virus ini berbentuk peluru dan berukuran sekitar 180 nanometer.

Penularan

Rabies ditularkan melalui kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi. Penularan paling umum terjadi melalui gigitan, tetapi juga dapat terjadi melalui cakaran, jilatan pada luka terbuka, atau kontak dengan selaput lendir.

Gejala

Masa inkubasi rabies bervariasi, dari beberapa hari hingga beberapa bulan atau bahkan tahun. Gejala awal dapat meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kecemasan dan agitasi
  • Hidrofobia (takut air)
  • Aerofobia (takut angin)

Saat penyakit berkembang, gejala neurologis yang lebih parah muncul, seperti:

  • Kelumpuhan
  • Kejang
  • Koma
  • Kematian

Diagnosis

Diagnosis rabies ditegakkan berdasarkan riwayat gigitan atau kontak dengan hewan yang terinfeksi, gejala klinis, dan tes laboratorium. Tes laboratorium dapat meliputi:

  • Tes antibodi fluorescent langsung (FAT)
  • Tes imunofluoresensi tidak langsung (IFAT)
  • Tes netralisasi virus (VNT)

Pengobatan

Tidak ada obat untuk rabies setelah gejala muncul. Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala dan memberikan perawatan suportif. Pasien biasanya dirawat di rumah sakit dan diberikan obat-obatan untuk mengendalikan gejala neurologis, seperti:

  • Antipiretik untuk menurunkan demam
  • Analgesik untuk meredakan nyeri
  • Antikonvulsan untuk mencegah kejang
  • Sedatif untuk menenangkan pasien

Pencegahan

Pencegahan rabies sangat penting karena penyakit ini mematikan. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Vaksinasi hewan peliharaan secara teratur
  • Menghindari kontak dengan hewan liar
  • Melaporkan gigitan atau cakaran hewan ke dokter segera
  • Mencuci luka gigitan atau cakaran secara menyeluruh dengan sabun dan air
  • Mencari perawatan medis segera jika Anda digigit atau dicakar oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies

Vaksinasi

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah rabies. Vaksin rabies tersedia untuk manusia dan hewan.

  • Vaksinasi manusia: Vaksin rabies untuk manusia diberikan sebagai serangkaian suntikan. Orang yang berisiko tinggi tertular rabies, seperti dokter hewan, petugas pengendalian hewan, dan pelancong ke daerah endemis, harus divaksinasi.
  • Vaksinasi hewan: Vaksin rabies untuk hewan diberikan sebagai suntikan tahunan. Semua anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya harus divaksinasi rabies.

Pengendalian

Pengendalian rabies sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan hewan. Langkah-langkah pengendalian meliputi:

  • Vaksinasi hewan peliharaan secara teratur
  • Kontrol populasi hewan liar
  • Pendidikan masyarakat tentang rabies
  • Pelaporan gigitan atau cakaran hewan ke otoritas kesehatan

Prognosis

Rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul. Kematian biasanya terjadi dalam waktu 10 hari setelah timbulnya gejala.

Kesimpulan

Rabies adalah penyakit virus mematikan yang dapat menyerang mamalia, termasuk anjing, kucing, dan manusia. Penularan terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi. Pencegahan rabies sangat penting dan dapat dicapai melalui vaksinasi hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan liar, dan mencari perawatan medis segera jika digigit atau dicakar oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.