Sakit Anjing Gila: Wabah Mematikan Yang Mengancam Manusia Dan Hewan

Sakit Anjing Gila: Wabah Mematikan yang Mengancam Manusia dan Hewan

Sakit anjing gila, juga dikenal sebagai rabies, adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk manusia. Virus ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan.

Penyebab

Sakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies, yang termasuk dalam genus Lyssavirus. Virus ini ditemukan pada air liur hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, sigung, dan rakun.

Penularan

Virus rabies ditularkan melalui kontak langsung dengan air liur hewan yang terinfeksi. Penularan paling umum terjadi melalui gigitan, tetapi juga dapat terjadi melalui cakaran, goresan, atau kontak dengan selaput lendir.

Gejala

Gejala sakit anjing gila pada manusia dan hewan dapat bervariasi, tetapi biasanya meliputi:

  • Tahap Prodromal: Demam, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, dan nyeri di lokasi gigitan atau cakaran.
  • Tahap Neurologis: Kecemasan, agitasi, halusinasi, kejang, kelumpuhan, dan takut air (hidrofobia).
  • Tahap Koma: Kelumpuhan total, koma, dan kematian.

Diagnosis

Diagnosis sakit anjing gila dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes laboratorium. Tes laboratorium meliputi:

  • Tes Imunofluoresensi Langsung (DFA): Mencari antigen virus rabies dalam sampel otak.
  • Tes ELISA: Mendeteksi antibodi terhadap virus rabies dalam darah atau air liur.
  • Tes RT-PCR: Mendeteksi materi genetik virus rabies dalam sampel.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang efektif untuk sakit anjing gila setelah gejala neurologis muncul. Namun, ada pengobatan yang dapat diberikan setelah terpapar virus untuk mencegah perkembangan penyakit. Pengobatan ini meliputi:

  • Imunoglobulin Rabies: Antibodi yang diberikan segera setelah terpapar virus untuk menetralkannya.
  • Vaksin Rabies: Serangkaian suntikan yang diberikan selama beberapa minggu untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap virus rabies.

Pencegahan

Pencegahan sakit anjing gila sangat penting untuk melindungi manusia dan hewan. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Vaksinasi Hewan Peliharaan: Vaksinasi anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya secara teratur untuk mencegah infeksi virus rabies.
  • Hindari Kontak dengan Hewan Liar: Hindari kontak dengan hewan liar, terutama yang tampak sakit atau agresif.
  • Laporkan Gigitan dan Cakaran: Segera laporkan gigitan atau cakaran dari hewan apa pun, terutama jika hewan tersebut tidak diketahui.
  • Cuci Luka: Jika digigit atau dicakar, segera cuci luka dengan sabun dan air selama 15 menit.
  • Cari Perawatan Medis: Segera cari perawatan medis setelah terpapar virus rabies, bahkan jika Anda tidak yakin hewan tersebut terinfeksi.

Dampak pada Kesehatan Masyarakat

Sakit anjing gila adalah penyakit yang sangat mematikan, dengan tingkat kematian hampir 100% setelah gejala neurologis muncul. Di seluruh dunia, diperkirakan 59.000 orang meninggal karena sakit anjing gila setiap tahunnya.

Di Indonesia, sakit anjing gila masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pada tahun 2022, tercatat lebih dari 100 kasus sakit anjing gila pada manusia. Sebagian besar kasus terjadi di daerah pedesaan, di mana akses terhadap vaksinasi hewan peliharaan dan perawatan medis terbatas.

Kesimpulan

Sakit anjing gila adalah penyakit mematikan yang mengancam manusia dan hewan. Pencegahan sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Vaksinasi hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan liar, dan mencari perawatan medis setelah terpapar virus rabies adalah langkah-langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang sakit anjing gila dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membantu mengurangi dampak penyakit ini pada manusia dan hewan.